CIBINONG – Beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, sudah mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Ribuan jiwa sudah kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Mengantisipasi kekeringan semakin parah, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin rapat koordinasi pembahasan upaya terpadu penanganan kekeringan di Aula Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (20/7/2026).
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Bogot tersebut untuk memastikan seluruh langkah antisipasi menghadapi musim kemarau telah disiapkan sejak dini.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memilih bertindak lebih awal daripada menunggu kondisi menjadi darurat.
"Lebih baik bersiap sebelum darurat. Itulah prinsip kami dalam mengantisipasi potensi kekeringan di Kabupaten Bogor," ujar Rudy Susmanto seperti dilansir dari bogorkab.go.id, Selasa (21/7/2026).
Melalui rapat koordinasi ini, kata Rudy, Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam menyiapkan langkah-langkah penanganan.
Langkah yang harus dilakukan mulai dari distribusi air bersih, penguatan sumber-sumber air, hingga kesiapan penetapan status tanggap darurat apabila diperlukan.
Saat ini, sambungnya, distribusi air bersih telah menjangkau 20 kecamatan, 97 desa, dan 105 titik lokasi di Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor juga terus memperkuat berbagai upaya antisipatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

