BOGOR - Meski tak lagi menjabat kepala desa, H. Suparman terus berjuang agar di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, memiliki Sekolah Dasar Negeri (SDN) seperti desa-desa lainnya.
Kepala Desa Tangkil priode 2010-2016 ini mengatakan, sejak menjabat kepala desa, dia terus berusaha agar di desanya bisa dibangun SDN.
Tapi sayang hingga 2026 ini belum juga dibangun sekolah dasar negeri di desanya.
Padahal, Desa Tangkil ini berhadapan langsung dengan kampus Universitas Pertahanan (Unhan) milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
"Sejak 2010 hingga sekarang, saya masih berusaha agar di Desa Tangkil dibangun sekolah dasar negeri," ujar Suparman kepada wartawan saat ditemui di Kantor Desa Tangkil, Rabu (29/7/2026).
Suparman mengatakan, Tangkil merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Bogor, yang hingga sekarang belum memiliki bangunan SDN. Sehingga anak-anak Desa Tangkil, yang ingin sekolah terpaksa masuk SDN di desa sekitarnya.
"Kalau anak-anak Desa Tangkil ingin sekolah, ya mereka harus ke tetangga, seperti Desa Tajur atau Desa Citeureup. Jaraknya lumayan jauh dan butuh ongkos untuk antar jemput," paparnya.
Dia menyebutkan, setiap hari orang tua harus mengeluarkan ongkos anak-anaknya sekolah lebih dari Rp30 ribu. Sementara kondisi perekonomian warga Desa Tangkil, tidak baik-baik saja.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, ikut membantu memperjuangkan agar Desa Tangkil memiliki sekolah dasar negeri agar anak-anak di desanya bisa mengenyam pendidikan.

