JAKARTA - Perang antara Amerika dan Iran, yang belum juga berakhir ikut berdampak terhadap kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.
Harga BBM jenis Pertamax cs kembali naik. Naiknya Harga BBM jenis Pertamax, dipastikan bakal berdampak pada naiknya konsumsi BBM jenis Pertalite.
Meski permintaan BBM subsidi itu meningkat, namun PERTAMINA menjamin stok Pertalite masih terkendali.
Konsumsi Pertalite mengalami kenaikan dampak naiknya harga BBM nonsubsidi. Naiknya konsumsi BBM RON 90 Pertamina itu dampak kenaikan harga BBM Pertamax, Pertamax Green, dan beberapa jenis lainnya.
Kalau sebelumnya Pertamax dibanderol Rp 12.000-an per liter, maka per 10 Juni 2026, harganya tembus Rp 16.250 per liter.
Di beberapa daerah bahkan harga BBM nonsubesidi mencapai Rp 17.000-an per liter.
Akibatnya, para pengguna BBM Pertamax cs mulai beralih menggunakan Pertalite yang dibanderol lebih terjangkau.
Mingkatnya konsumsi Pertalite itu dibenarkan Director of Regional Marketing at PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading, Eko Ricky Susanto.
"Saat ini terjadi peningkatan konsumsi Pertalite hampir 9,4 persen hanya di bulan Juli," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII belum lama ini.

