BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor terus memperkuat layanan pendidikan nonformal pada tahun ajaran 2026.
Berbagai program strategis disiapkan Disdik Kabupaten Bogor, mulai dari bantuan pendidikan kesetaraan, beasiswa guru PAUD, rehabilitasi puluhan PAUD, hingga program PKBM gratis dan penguatan keterampilan (life skills) untuk menekan angka anak putus sekolah (APS).
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Kabupaten Bogor, Siswanto, S.Pd., M.Si., mengatakan program prioritas tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Bogor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kami memberikan bantuan pembiayaan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat usia 25 tahun ke atas yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan kepada satuan pendidikan agar masyarakat dapat kembali melanjutkan sekolah," ujar Siswanto kepada Sinergiupdate.com.
Selain pendidikan kesetaraan, Disdik Kabupaten Bogor juga melanjutkan program beasiswa bagi guru PAUD yang belum menyelesaikan pendidikan S1, pemberian insentif guru, serta hibah rehabilitasi fisik untuk 53 PAUD di Kabupaten Bogor.
PKBM Terus Bertambah
Siswanto mengungkapkan perkembangan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C di Kabupaten Bogor menunjukkan tren yang positif. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan nonformal semakin meningkat sehingga jumlah PKBM terus bertambah.
Saat ini tercatat terdapat sekitar 232 PKBM aktif dengan 68.371 warga belajar. Bahkan, Dinas Pendidikan masih menerima banyak pengajuan pendirian PKBM baru dari masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pendidikan tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga dapat ditempuh melalui jalur nonformal yang memiliki legalitas dan ijazah yang diakui negara.

