JAKARTA - Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sempat direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, rencana itu ditolak Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 10 Juli 2026.
Prabowo menegaskan, memutuskan menghentikan rencana penjualan BUMN tersebut kepada pihak asing.
“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang!," tegas Prabowo dalam gelaran Peresmian 5 Bendungan di Indonesia di Lombok Barat, Jumat 10 Jumat 2026.
Presiden Prabowo mengatakan, tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual. "PTDI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan,” terang Prabowo.
Presiden menegaskan bakal berupaya membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan strategis tersebut.
PT PAL, kata Prabowo, sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat, sudah bisa bikin kapal selam. "PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih,” ujarnya.
Selain itu, kata Prabowo, sempat terkejut setelah mengetahui jumlah BUMN yang beroperasi saat awal menjabat sebagai presiden.
Sebelumnya, Prabowo memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan.

