SINERGIUPDATE - Kanker prostat yang diderita Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46, Joe Biden, dilaporkan telah menyebar dan kondisinya kian memburuk. Kabar terbaru mengenai kesehatan Biden disampaikan oleh putranya, Hunter Biden, dalam wawancara program BBC Newsnight yang tayang pada Jumat (7/8) malam.
Hunter mengungkapkan bahwa penyakit yang diidap sang ayah telah mengalami metastasis hingga ke area tulang dan bagian tubuh lainnya, meskipun Biden telah menjalani serangkaian pengobatan medis.
"Kankernya telah menyebar, mengalami metastasis ke tulang-tulangnya dan bagian tubuh lainnya," ujar Hunter.
Ia menambahkan bahwa kondisi fisik ayahnya saat ini sangat rentan dan menyakitkan. Kendati demikian, Biden disebut masih berusaha untuk tetap beraktivitas di tengah perjuangannya melawan penyakit tersebut.
"Kondisi ini sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, tapi ia tetap beraktivitas. Ia masih menjalani kegiatannya... ia sangat meyakini negara ini. Sungguh sangat berat dan menyedihkan melihat kondisinya," tutur Hunter emosional.
Joe Biden pertama kali mendiagnosis dirinya mengidap kanker prostat agresif pada Mei 2025, empat bulan setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir. Sejak saat itu, ia telah menjalani berbagai bentuk perawatan medis, termasuk terapi radiasi dan terapi hormon.
Perkembangan kesehatan Biden sempat menunjukkan sinyal positif. Pada Juli 2026, saat mengumumkan rencana penerbitan memoarnya, Biden sempat menyatakan bahwa proses penanganan penyakitnya berjalan dengan "sangat baik".
Isu kesehatan politik Biden sebenarnya telah menjadi sorotan publik sejak lama. Mengutip laporan AFP, terlepas dari kekhawatiran publik mengenai usianya yang telah mencapai 81 tahun sebagai presiden tertua dalam sejarah AS, Biden sempat memutuskan untuk maju kembali pada Pemilu 2024.
Namun, pasca-penampilan debat yang dinilai kurang maksimal saat berhadapan dengan Donald Trump pada Juni 2024, gelombang desakan dari internal Partai Demokrat memaksa Biden untuk mengundurkan diri dari bursa calon presiden.
