BOGOR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Cendekia Cileungsi resmi berdiri pada 2015 di bawah naungan Yayasan Griya Cendekia Cileungsi Bogor.

Kehadirannya didorong oleh kepedulian terhadap pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sejak awal berdiri, PKBM Griya Cendekia hadir sebagai wadah sekaligus solusi alternatif bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam sistem pendidikan formal. 

Berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi, kendala geografis, usia, hingga persoalan sosial dan kondisi keluarga menjadi penyebab sebagian masyarakat tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Dr. H. Susari, MA, mengatakan, PKBM Griya Cendekia memiliki misi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali mendapatkan akses pendidikan melalui jalur nonformal.

“PKBM Griya Cendekia hadir sebagai wadah dan solusi alternatif untuk menjangkau mereka yang tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan melalui jalur formal. Kami ingin memberikan kesempatan kedua (second chance education) bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikannya, tanpa memandang latar belakang dan usia,” ujar Dr. H. Susari, MA.

Menurutnya, pendidikan nonformal tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami terus berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam meningkatkan literasi, taraf pendidikan, serta keterampilan hidup (life skills), demi terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Selama lebih dari satu dekade berkiprah, PKBM Griya Cendekia Cileungsi terus menunjukkan peran pendidikan nonformal dalam memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.