JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Selasa (8/9/2026).
Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) terpantau mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat melemah 0,03% ke posisi Rp17.635 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
Posisi ini turun 5 poin dibandingkan penutupan Senin (7/9/2026) yang berada di level Rp17.630 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB, melemah 0,39% ke angka 98,789.
Rupiah masih bergerak dalam rentang terbatas dan belum mampu sepenuhnya memanfaatkan pelemahan dolar AS di pasar global.
Perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini.
Data inflasi AS ini menjadi indikator ekonomi penting terakhir sebelum Federal Reserve (The Fed) menggelar rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 September mendatang.
Laporan tenaga kerja AS yang dirilis sebelumnya menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan probabilitas pelaku pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan ini, dengan perkiraan sekitar 60%.


.png)
