NEPAL – Banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet telah merenggut sedikitnya 157 nyawa.
Ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang pascabencana Nepal yang menghancurkan tersebut. Petugas bantuan melaporkan bahwa seluruh pemukiman di area terdampak telah hanyut tanpa sisa.
Menurut laporan kantor berita AFP, Kamis (27/8/2026), rekaman kamera pengawas memperlihatkan momen mengerikan saat puluhan orang berlarian menyelamatkan diri dari gulungan puing yang diperkirakan setinggi beberapa lantai.
Arus banjir bandang tersebut juga dilaporkan menghempaskan truk dan bus yang melintas. Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyatakan keprihatinannya melalui media sosial.
"Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil. Namun saya ingin meyakinkan bahwa Anda tidak sendirian di masa sulit ini, negara hadir bersamamu dengan segala daya dan sumber daya yang ada," ujarnya.
Kementerian Pariwisata Nepal mencatat sekitar 403 wisatawan, termasuk 341 warga negara asing, belum diketahui keberadaannya beberapa jam setelah bencana.
Wisatawan asing yang hilang berasal dari berbagai negara, meliputi 142 warga negara India, serta warga dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
"Seluruh desa dan kawasan pasar telah hanyut tanpa sisa," kata David Fisher, kepala Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) untuk Nepal.
Pihaknya kini tengah menyalurkan pasokan darurat, termasuk selimut, perlengkapan pertolongan pertama (P3K), tandu, dan kantong jenazah.


.png)
