Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat dan seragam mengenai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Upaya Pemkab Bogor ini krusial dalam penetapan desil, yang menjadi dasar penyaluran program bantuan dan perlindungan sosial.

Hal tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Tindak Lanjut Keluhan Masyarakat Terkait DTSEN, Khususnya Penetapan Desil, yang digelar pada Jumat (11/9/2026).

Pertemuan ini berfungsi sebagai forum koordinasi untuk menyelaraskan persepsi dan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, kelurahan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta perangkat daerah terkait. Tujuannya adalah untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keluhan yang muncul dari masyarakat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Reynaldi Yushab, menekankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi informasi.

"Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di masyarakat wajib kita fasilitasi dan kita jawab. Karena itu, yang perlu kita tingkatkan adalah kualitas komunikasi informasi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa camat perlu meningkatkan intensitas komunikasi dengan narahubung BPS di wilayah masing-masing, kemudian meneruskan informasi tersebut kepada para kepala desa dan lurah.

Pertemuan tatap muka dinilai efektif dalam membangun pemahaman yang sama mengenai mekanisme pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data, hingga penetapan desil.

"Samakan persepsi di semua level pemerintahan. Berikan suasana nyaman dan informasi yang pantas diterima masyarakat. Program pemerintah ini sejatinya sangat baik, tetapi memang harus diawali dengan data yang kuat," tegas Reynaldi.