BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menargetkan seluruh titik api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga dapat dipadamkan sepenuhnya sebelum tanggal 17 September 2026.
Tanggal tersebut bukan hanya batas akhir pemadaman, melainkan juga menjadi momentum besar transformasi pengelolaan sampah di TPA Galuga melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar minyak.
Terget itu disampaikan Bupati Bogor, saat memantau langsung penanganan kebakaran di TPA Galuga pada Senin (14/9/2026) dini hari.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa penanganan kebakaran terus dikebut 24 jam oleh tim gabungan.
Rudy berharap kawasan TPA Galuga dapat kembali aman sebelum dimulainya peresmian (groundbreaking) pengelolaan sampah modern pada 17 September 2026. "Mudah-mudahan sebelum tanggal 17 September dapat tuntas, dapat terselesaikan semuanya," ujar Rudy.
Bupati Bogor menjelaskan bahwa 17 September 2026 akan menjadi titik awal perubahan wajah pengelolaan sampah di TPA Galuga.
Pemerintah Kabupaten Bogor akan memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Weiming Group dari China.
Selain itu, pada momentum yang sama juga akan dimulai pembangunan fasilitas pirolisis, yaitu teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak, melalui kolaborasi dengan MABES TNI.
"Jadi ketika orang bertanya bagaimana pengelolaan sampah TPA Galuga ke depan, tanggal 17 September menjadi momentum kita melakukan peletakan batu pertama," tegasnya.


.png)
