JAKARTA - Aktivitas unjuk rasa di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyebabkan penyesuaian operasional lalu lintas di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta.
PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Kepolisian memberlakukan penutupan sementara akses keluar Tol Slipi KM 09+650 arah Grogol sejak pukul 07.43 WIB.
Penutupan ini dilakukan atas diskresi Kepolisian untuk mendukung kelancaran pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Peningkatan aktivitas masyarakat sejak dini hari terpantau menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri, khususnya menjelang akses keluar jalan tol menuju kawasan Senayan.
Pengguna jalan yang hendak menuju kawasan tersebut diimbau untuk menggunakan akses keluar alternatif melalui Semanggi, Grogol, dan Tanjung Duren, atau akses terdekat lainnya sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan melalui Ruas Tol Dalam Kota, terutama di sekitar kawasan Semanggi dan Senayan, hingga situasi kembali kondusif.
Bagi yang tetap melakukan perjalanan, diminta menjaga jarak aman, tidak memperlambat atau berhenti di bahu jalan, serta mengutamakan keselamatan.
"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penyesuaian operasional tersebut. Bersama Kepolisian dan petugas operasional, Jasa Marga terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan," ungkap Senior Manager Representative Office 2 JMT, Amri Sanusi.
Sementara itu, di Stasiun Bogor, petugas gabungan dari Satgas Pelajar Kota Bogor dan Polresta Bogor Kota mengamankan lima pelajar asal Sukabumi yang diduga hendak ikut aksi demonstrasi ke Jakarta pada Kamis (27/8/2026).


.png)
