PANGANDARAN – Gempa tektonik magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Senin (24/8/2026) pagi, pukul 06:29:42 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, episenter gempa berlokasi di laut pada koordinat 8.15 Lintang Selatan dan 107.91 Bujur Timur, berjarak 81 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 36 kilometer.
Menurut Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Dr. Hartanto, gempa ini merupakan jenis dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut," jelasnya dalam keterangan tertulis.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah. Di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran, getaran dirasakan dengan Skala Intensitas II-III MMI, di mana getaran terasa nyata dalam rumah seakan ada truk berlalu.
Sementara itu, di Cimaung dan Cianjur Selatan, getaran terasa dengan Skala Intensitas II MMI, dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 07:07 WIB, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan informasi resmi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(**)


.png)
