JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026, ditargetkan menjadi salah satu motor penggerak utama konsumsi masyarakat pada akhir tahun.

Pemerintah meproyeksikan nilai transaksi Harbolnas tahun ini menembus angka Rp40 triliun, meningkat signifikan dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp36,4 triliun.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Harbolnas yang memasuki tahun ke-14, kini tidak hanya sekadar ajang diskon tahunan.

Acara ini bertransformasi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat produk dalam negeri, memperluas inklusi digital, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan.

"Event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," ujar Airlangga.

Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 16 Desember. Pemerintah berharap lonjakan transaksi selama periode tersebut mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga dan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2026, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Target ambisius ini didukung oleh potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mendekati US$100 miliar.

Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan sekitar 800 ribu penjual dan pertumbuhan transaksi hampir 90% menjadi 2,6 miliar.

Kinerja ini didukung oleh penetrasi pengguna media sosial yang mencapai lebih dari 180 juta orang dan terus tumbuh sekitar 26% per tahun.