BANDUNG – Program padat karya yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sepanjang tahun 2026 terus menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Hingga Agustus 2026, program padat karya ini berhasil menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja dari berbagai penjuru Kota Bandung.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan program padat karya yang bersumber dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), aspirasi anggota dewan melalui reses, serta program reguler yang dikelola oleh Disnaker.
"Realisasi padat karya sampai Agustus 2026 sudah menyerap sekitar 4.100 orang. Program ini berasal dari Musrenbang, reses, dan reguler," ujar Yayan.Â
Selain itu, Disnaker masih dalam proses mempersiapkan realisasi program untuk sekitar 3.900 orang lainnya secara bertahap.
Dalam waktu dekat, masih tersedia kuota bagi kurang lebih 500 peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan padat karya.
Yayan menekankan bahwa program padat karya merupakan instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak perubahan kondisi ekonomi global.
"Tujuan padat karya ini memberikan stimulan kepada warga yang terkena dampak perubahan ekonomi. Program ini menjadi bumper ekonomi agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
Setiap peserta program padat karya akan memperoleh insentif sebesar Rp1,7 juta selama mengikuti kegiatan.


.png)
