BOGOR – Sebanyak 84 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bogor mulai mempersiapkan penerapan pembelajaran berbasis Deep Learning, digitalisasi administrasi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Persiapan ini mulai dilakukan setelah mengikuti Workshop Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi PKBM di Hotel New Ayuda, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada 28–30 Juli 2026.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Siswanto, S.Pd., M.Si., mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan lanjutan kepada seluruh peserta workshop agar materi yang telah diterima dapat diterapkan secara optimal.

"Pendampingan akan dilakukan melalui monitoring, konsultasi, serta pembinaan teknis agar digitalisasi pengelolaan lembaga maupun proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Siswanto, tantangan terbesar dalam penerapan pembelajaran berbasis Deep Learning di pendidikan nonformal masih berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital tutor, pemerataan akses internet, ketersediaan perangkat, serta perubahan pola pikir menuju pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik.

Meski demikian, ia optimistis kesiapan PKBM di Kabupaten Bogor cukup baik. Terlebih, seluruh peserta workshop merupakan penerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) Tahun 2025 yang menjadi modal awal dalam mempercepat digitalisasi pembelajaran.

Hingga akhir tahun 2026, Bidang PNF menargetkan meningkatnya kualitas tata kelola PKBM, kompetensi tutor, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan administrasi, serta terwujudnya layanan pendidikan nonformal yang lebih adaptif, berkualitas, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Kelembagaan PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Opik Ropiudin, S.Si., M.M., menjelaskan implementasi teknis kebijakan baru Kemendikdasmen akan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penyusunan rencana tindak lanjut, pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkala.

Pendampingan juga dilakukan melalui workshop lanjutan, bimbingan teknis, konsultasi, monitoring lapangan, berbagi praktik baik antarlembaga, hingga pemanfaatan platform digital seperti Ruang Murid untuk mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan data pendidikan.