BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menjadikan ajang balap sepeda Tour de Malasari sebagai agenda pariwisata rutin tahunan. Langkah ini dilakukan guna mendorong Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Kabupaten Bogor.

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat menghadiri pelaksanaan Tour de Malasari seri kedua yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Minggu (9/8/2026).

Rudy menilai penyelenggaraan Tour de Malasari menjadi momentum strategis untuk mengenalkan potensi wisata daerah ke tingkat nasional maupun internasional. Terlebih, ajang seri kedua ini berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

"Saya berbangga memperingati HUT ke-81 RI di Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Malasari. Alhamdulillah, Tour de Malasari seri kedua ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada peserta dari mancanegara," ujar Rudy.

Menurutnya, Desa Malasari yang berada di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki keunggulan alam yang luar biasa. Suasana yang asri, udara bersih, dan hamparan perkebunan teh alami menjadi daya tarik utama yang perlu dipromosikan secara masif.

Untuk menunjang potensi tersebut, Pemkab Bogor memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur jalan di Desa Malasari yang telah dimulai sejak 2025, setelah puluhan tahun minim tersentuh pembangunan. Pada pelaksanaan seri ketiga yang ditargetkan bergulir pada 2027, Pemkab Bogor menargetkan pelebaran jalan serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) telah rampung secara menyeluruh.

"Dari awal seri pertama, kita sudah sepakat menjadikannya agenda rutin tahunan. Tahun depan masuk seri ketiga. Mudah-mudahan dengan infrastruktur jalan yang lebih lebar dan penerangan jalan umum, insyaallah sudah terpasang semua," jelasnya.

Selain penyelenggaraan event, Rudy berharap pengembangan wilayah ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan kediaman mereka sebagai homestay bagi para wisatawan. Selain itu, kawasan Desa Malasari juga dinilai sangat potensial untuk aktivitas camping, overland, serta berbagai cabang olahraga luar ruangan (outdoor).

Lebih lanjut, Pemkab Bogor merencanakan pengembangan rute baru pada Tour de Malasari 2027 dengan menghubungkan Desa Cianten dan Desa Malasari. Rencana ini bertujuan untuk menyatukan konektivitas dua kawasan perkebunan teh terbesar di Kabupaten Bogor.