BOGORPKBM Griya Cendekia Cileungsi, Kabupaten Bogor, terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan melalui koordinasi kegiatan dan identifikasi kebutuhan dalam rangka reviu serta pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program pendidikan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekaligus mengikuti perkembangan dunia pendidikan. 

PKBM Griya Cendekia menyelenggarakan program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, serta Home Schooling.

Ketua Yayasan PKBM Griya Cendekia Cileungsi, Dr. H. Susari, MA. mengatakan, penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan perlu melihat kondisi nyata peserta didik. Sebab, warga belajar memiliki latar belakang, usia, pengalaman dan kebutuhan yang beragam.

“Pendidikan kesetaraan harus memberikan ruang bagi setiap warga belajar untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya. Karena itu, kurikulum perlu terus direviu agar tetap relevan dengan kondisi peserta didik,” ujar Susari.

Ia menegaskan, kurikulum tidak seharusnya hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi pedoman yang benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Yang kita bangun bukan sekadar dokumen kurikulum, tetapi bagaimana kurikulum tersebut benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Pembelajaran harus berkaitan dengan kehidupan nyata dan membekali mereka dengan kecakapan yang dibutuhkan,” katanya.

Dalam proses reviu dan pengembangan KSP, PKBM Griya Cendekia memperhatikan sejumlah prinsip utama, mulai dari pembelajaran yang berpusat pada murid, akuntabel, kontekstual, esensial, hingga melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kurikulum juga disesuaikan dengan karakteristik lingkungan sekitar Cileungsi dan Kabupaten Bogor. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan bekal kecakapan hidup atau life skills bagi peserta didik.