SINEGRIUPDATE - Pemerintah Spanyol, kini tengah dipusingkan dengan serbuan imigran dari Maroko. Ribuan imigram berusaha memasuki Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika.
Pemerintah Spanyol mengeklaim otoritas Maroko ikut membantu ribuan imigran menyeberangi perbatasan, menurut laporan The New York Times, Jumat (31/7/2026).
Laporan Cadena SER menyebutkan pihak kepolisian Maroko menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para imigran yang berupaya masuk Ceuta.
Seorang imigran Ajoub El-Arrot mengatakan, petugas kepolisian membuka perbatasan. "Mereka membuka perbatasan dan membolehkan semuanya lewat begitu saja," ujarnya saat membicarakan otoritas Maroko.
Youssef Alaoui, seorang imigran lainnya mengatakan bahwa saat rombongannya mendekat Ceuta, personel kepolisian Maroko diduga mengarahkan mereka ke jalan yang benar, lantas berkata "Pergi ke sana, pergi ke sana.
Hal yang sama disampaikan Mohammed Ahmidho, yang menyebut dirinya mengetahui serbuan imigran ke Ceuta dari media sosial.
Ahmidho mengeklaim bahwa saat ia mendekati perbatasan Spanyol, petugas penegak hukum Maroko diduga mengatakan padanya untuk "datang ke Spanyol."
Namun, Ahmidho memutuskan kembali ke Maroko karena tidak berhasil mendapat makanan, air, atau tempat tinggal di Ceuta, menurut laporan itu.
Pada Kamis, ribuan pemuda Maroko berkumpul di perbatasan antara Maroko dan Ceuta, dengan ratusan dari mereka berhasil masuk ke wilayah Spanyol itu.
