JAKARTA - Polisi akhirnya turun tangan untuk mengungkap teka-teki penemuan ratusan senjata di salah satu sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Ratusan senjata api itu ditemukan dalam ruangan mantan kepala yayasan sekolah tersebut. Senjata api ditemukan saat pihak yayasan hendak melakukan bongkar muat barang.
Pihak mantan kepala Yayasan pun menjelaskan soal ratusan senjata api itu milik perusahaan yang memiliki izin dan legal.
Pihak mantan kepala yayasan mengatakan, senjata-senjata itu tadinya akan digunakan untuk program ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah. Namun, ini dibantah pihak yayasan sekolah swasta yang kini mengelola.
Belakangan terungkap adanya konflik kepengurusan yayasan di balik penemuan ratusan pucuk senjata api tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, ada 995 senjata airsoft gun.
Ratusan pucuk senjata itu ditemukan di ruangan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Satu pucuk senjata api, merupakan milik pria inisial DS.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan, ada 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan senapan angin, dengan rincian 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.
Sementara terkait kepemilikan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA adalah milik DS. "Barang bukti ini sudah diamankan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Saat pendalaman, kata Budi, satu pucuk diduga senjata api. Setelah didalami, diketahui kepemilikannya atas nama DS, yang telah meninggal dunia di tahun 2020.
