JAKARTA - Nilai tukar rupiah berhasil dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini.

Mengutip data Refinitiv, nilai tukar rupiah terapresiasi 0,14% dan membuka perdagangan Senin (14/9/2026) di posisi Rp17.560 per dolar AS.

Penguatan ini menjadi pembalikan dari pelemahan yang terjadi pada Jumat (11/9/2026), ketika rupiah terdepresiasi 0,31% dan mengakhiri perdagangan di level Rp17.585 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,05% ke posisi 99,176.

Pergerakan rupiah sepanjang hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

Salah satu faktor utama adalah perkembangan perang di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak yang turut menggerakkan indeks dolar AS.

Kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah terjadi serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk pada Minggu.

Konflik yang berpotensi meluas meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan dan jalur pengiriman energi dunia.

Situasi ini tercermin pada harga minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) yang naik 2,8% pada perdagangan Asia pagi ini.