JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan PT Transjakarta mengambil alih pengelolaan angkutan laut di Kepulauan Seribu mulai Juni 2027.
Penugasan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah kepulauan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa kondisi angkutan perairan saat ini belum optimal dan berdampak pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi sistem transportasinya saat ini masih berorientasi sebagai angkutan dasar masyarakat," ujar Budi saat rapat evaluasi bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Saat ini, armada angkutan resmi hanya mampu melayani sekitar 21 persen kebutuhan. Sebagian besar pergerakan masih mengandalkan kapal tradisional dengan standar kenyamanan dan keselamatan yang belum seragam.
Insiden kecelakaan yang melibatkan kapal tradisional sepanjang 2026 mencapai tujuh kasus, di mana sejumlah kapal belum memenuhi standar keselamatan dan kerap beroperasi melebihi kapasitas.
Kesadaran masyarakat dalam menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung juga masih rendah.
Oleh karena itu, Pemprov DKI menilai perlu adanya sistem transportasi laut yang lebih baik, aman, nyaman, dan terintegrasi.
Pengelolaan oleh Transjakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antara Kepulauan Seribu dengan wilayah Jakarta lainnya.


.png)
