JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan Gerakan 5M sebagai upaya penataan jaringan utilitas kota, khususnya kabel udara yang masih semrawut di sejumlah ruas jalan.
Program Pemprov DKI ini digagas sebagai persiapan menjelang perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa Gerakan 5M ini bertujuan untuk menciptakan jaringan utilitas yang lebih tertata dan aman.
"Dalam menuju lima abad Jakarta, kami memiliki program yang namanya 5M. Ini adalah gerakan untuk menata jaringan utilitas yang ada di Provinsi DKI Jakarta, karena kita ketahui bahwa utilitas yang ada saat ini kondisinya banyak yang masih semrawut," ungkap Heru.Â
Gerakan 5M ini terdiri dari lima poin utama. Pertama, Menggunakan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Pemprov DKI telah membangun SJUT sepanjang 54,2 kilometer di 28 ruas jalan. Rinciannya, Jakarta Selatan memiliki 37,1 kilometer di 17 ruas jalan, Jakarta Timur 13,9 kilometer di sembilan ruas jalan, dan Jakarta Pusat 3,2 kilometer di dua ruas jalan.
Sementara itu, Jakarta Barat dan Jakarta Utara belum memiliki SJUT. Dari total SJUT yang terbangun, 33,08 kilometer kabel telah direlokasi ke bawah tanah, dan 8,6 kilometer lainnya masih dalam proses. Ada pula rencana pembangunan SJUT sepanjang 12,5 kilometer.
Kedua, melakukan relokasi secara mandiri di ruas jalan yang belum memiliki SJUT. Hingga tahun 2026, relokasi mandiri telah dilakukan di 38 ruas jalan dengan total panjang 46,5 kilometer.
Sebaran relokasi mandiri meliputi Jakarta Selatan (23,6 km), Jakarta Pusat (12,9 km), Jakarta Timur (4,5 km), Jakarta Barat (2,7 km), dan Jakarta Utara (2,6 km).


.png)
