BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program "jemput bola" untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga yang terdampak kebakaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Langkah proaktif ini difokuskan pada masyarakat di Desa Dukuh, Kampung Cimangir, Kecamatan Cibungbulang, yang mengeluhkan kebutuhan akan pelayanan medis pasca kebakaran TPA Galuga.

Program ini diinisiasi atas arahan Bupati Bogor untuk memastikan warga terdampak kebakaran TPA Galuga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus mendatangi pos pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempermudah akses layanan.

Kepala Puskesmas Cibungbulang, dr. Aria, menjelaskan bahwa pelayanan tidak hanya terpusat di posko yang telah disiapkan, tetapi juga menjangkau langsung pemukiman warga terdampak.

"Kami mengirimkan tenaga kesehatan untuk jemput bola, melayani pengobatan pasien yang terdampak, khususnya di Desa Dukuh," ujar dr. Aria, menanggapi keluhan warga.

Menurut dr. Aria, pola pelayanan jemput bola merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan untuk menjamin akses pelayanan kesehatan bagi warga di tengah kondisi pasca kebakaran TPA Galuga.

"Kita tidak hanya berjaga di pos, tapi kita juga jemput bola ke lokasi-lokasi yang memang banyak warga terdampak untuk melayani pengobatan," tegasnya.

Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di lingkungan warga diharapkan dapat mempercepat penanganan keluhan kesehatan yang dialami masyarakat akibat kondisi lingkungan pasca kebakaran.

Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan terus memantau kondisi kesehatan warga di wilayah terdampak dan memastikan pelayanan kesehatan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.(*)

Follow sinergiupdate.com
Follow on Google