JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengambil langkah mitigasi keselamatan dengan menghentikan sementara operasional fasilitas lift dan eskalator di seluruh halte.
Keputusan ini diambil sebagai antisipasi potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikhawatirkan dapat merusak sistem mekanikal dan modul sensor elektronik.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah kerusakan fasilitas.
"Kebijakan diambil mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat merusak sistem mekanikal dan modul sensor elektronik," ujar Ayu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/9/2026).
Meskipun operasional lift dan eskalator dihentikan, Transjakarta memastikan layanan bus tetap berjalan normal.
Guna mendukung kenyamanan pelanggan, khususnya bagi kelompok prioritas dan pelanggan berkebutuhan khusus, petugas akan disiagakan di area tangga untuk memberikan pendampingan dan fasilitas.
"Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap kenyamanan pelanggan Transjakarta," papar Ayu.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan demi kesehatan bersama.
Reaktivasi fasilitas lift dan eskalator akan dilakukan secara bertahap setelah proses pembersihan menyeluruh dan uji kelayakan bersama tim teknis selesai dilaksanakan.(*)


.png)
