JAKARTA – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinas Pendidikan DKI Jakarta secara resmi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah negeri dan swasta, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat, terhitung sejak Senin, 7 September.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan, akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa penerapan PJJ bukanlah berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan. Sebaliknya, pembelajaran tetap berlangsung dengan penyesuaian kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

"Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

Untuk memastikan PJJ berjalan optimal, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan.

Pendampingan dan pemantauan pelaksanaan proses pembelajaran terus dilakukan, serta penyediaan alternatif solusi apabila kendala teknis maupun non-teknis muncul.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami juga mengimbau orang tua untuk mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi," tambahnya.

Dinas Pendidikan juga secara intensif berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan kondisi udara serta informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik. "Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi," pungkasnya.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.