BOGOR - Operasi pencarian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kota Bogor, resmi ditutup pada Rabu (19/8/2026).

Setelah melakukan pencarian intensif selama sepekan, tim gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan bahwa operasi SAR ditutup secara resmi pada pukul 16.30 WIB.

“Secara umum, hasil pencarian hari ini memang masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan dari saudara Bayu,” ungkap Dimas di lokasi pencarian.

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan sempat melakukan penyisiran darat menggunakan teknik Explore Search and Rescue (ESAR) hingga ke wilayah Gunung Batu. Namun, upaya tersebut juga belum membuahkan hasil hingga operasi ditutup.

Meskipun demikian, Dimas menegaskan bahwa operasi SAR dimungkinkan untuk dibuka kembali apabila terdapat informasi baru yang dapat menjadi dasar analisis.

Upaya pencarian korban melalui skema lain juga terus dilakukan, termasuk penyebaran pamflet berisi informasi mengenai korban yang hilang.

Dimas mengapresiasi kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terdiri dari sekitar 100 personel.

“Saya mau sampaikan terima kasih kepada teman-teman potensi SAR gabungan yang cukup luar biasa dengan melibatkan 100 orang,” ujarnya.