SINERGIUPDATE.COM - Pendiri bursa mata uang kripto Binance, Changpeng Zhao, berhasil bangkit usai menjalani hukuman penjara di Amerika Serikat. Kurang dari satu setengah tahun setelah pembebasannya, ia kembali muncul sebagai sosok terkaya di industri kripto global, bahkan melampaui kekayaan pendiri Microsoft, Bill Gates.
Berdasarkan data terbaru dari Forbes, kekayaan bersih Zhao melonjak sebesar USD 47 miliar (sekitar Rp 834 triliun) dalam 17 bulan terakhir. Lonjakan signifikan ini mendorong total kekayaan bersihnya mencapai USD 110 miliar, atau setara dengan Rp 1.953 triliun.
Kebangkitan finansial ini terbilang fenomenal mengingat skandal hukum yang melibatkannya belum lama ini. Masalah bermula dari penyelidikan menyeluruh oleh pihak berwenang Amerika Serikat terhadap praktik kepatuhan Binance, perusahaan bursa kripto yang didirikan Zhao pada 2017.
Enam tahun setelah pendirian Binance, Zhao mengaku bersalah atas kegagalan menerapkan program anti-pencucian uang yang efektif di perusahaannya. Sebagai konsekuensi hukum, Zhao setuju membayar denda pribadi sebesar USD 50 juta. Angka tersebut di luar kesepakatan penyelesaian senilai USD 4,3 miliar yang dibayarkan oleh Binance secara korporasi.
Selain membayar denda, Zhao diwajibkan mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Binance dan harus menjalani hukuman empat bulan penjara di California.
Meski sempat tersandung kasus hukum berat dan harus melepaskan posisi puncak di perusahaannya, Zhao terbukti mampu mempertahankan pengaruh dan kekuatan finansialnya di industri aset digital hingga kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia.(*)


.png)
