JAKARTA - Harga smartphone di seluruh dunia dilaporkan mengalami lonjakan signifikan, dengan rata-rata kenaikan mencapai 15% sepanjang tahun 2026.

Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan harga memori global yang terus berlanjut sejak akhir tahun lalu, serta melonjaknya biaya komponen lain yang berujung pada diteruskannya beban tersebut kepada konsumen.

Menurut laporan dari Counterpoint Research, fenomena ini tidak hanya berdampak pada harga rata-rata, tetapi juga pada peluncuran model-model baru.

Beberapa model smartphone mengalami kenaikan harga berlipat ganda dibandingkan generasi sebelumnya.

Laporan tersebut merinci bahwa lebih dari 40% model smartphone yang diluncurkan di tahun ini mengalami kenaikan harga, dengan 25% di antaranya adalah model baru yang lebih mahal dari varian sebelumnya.

Tarun Pathak, Direktur Riset di Counterpoint, menjelaskan bahwa memori menjadi pendorong utama biaya Bill of Materials (BoM) smartphone.

"Memori menjadi pendorong utama biaya BoM (Bill of Materials) smartphone, mengubah harga di seluruh industri dan membuat OEM (Original Equipment Manufacturer) punya ruang terbatas untuk menyerap biaya lebih tinggi," ujar Pathak.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga rata-rata berkisar antara 16% hingga 21%. Menanggapi kenaikan harga yang drastis ini, konsumen menunjukkan berbagai respons.

Banyak yang memilih untuk menunda peningkatan ponsel mereka, menunggu momen acara penjualan besar, atau beralih ke pasar barang bekas.