JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mematangkan strategi untuk mentransformasi ibu kota menjadi kota global yang green dan resilient. Kunci utama dalam upaya ini adalah penguatan kepercayaan publik dan penciptaan iklim investasi yang pasti.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Jakarta Investment Awards (JIA) 2026 dengan tema "Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta" di Hotel The Westin Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Ia menekankan pentingnya kedua aspek tersebut untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang siap bersaing di kancah internasional.

"Dengan menyongsong 500 tahun ini, mari kita buat Jakarta menjadi kota yang lebih baik, lebih aman, lebih nyaman, dan sekaligus membangun kepercayaan dunia untuk mereka datang berinvestasi di Jakarta," ujar Pramono.

Pemprov DKI menargetkan peringkat Jakarta dalam Global Cities Index pada tahun 2030 masuk dalam jajaran 50 besar.

Untuk mencapai ambisi tersebut, fokus perbaikan berbagai hambatan yang dihadapi investor menjadi prioritas, terutama dalam hal kepastian.

Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah penyederhanaan pengurusan perizinan, termasuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang kini hanya memerlukan waktu maksimal 15 hari kerja.

Perbaikan birokrasi ini, menurut Pramono, secara signifikan mendorong kepercayaan investasi dan peningkatan pembangunan di Jakarta.

Menariknya, seluruh pembiayaan pembangunan tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).