Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur kepemimpinan Polri.

Kali ini, sebanyak 32 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dimutasi, termasuk jabatan strategis seperti Asisten Kapolri (Asisten) dan dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Mutasi ini tertuang dalam tiga Surat Telegram (ST) dengan nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026, yang dikeluarkan pada Minggu (30/8). Perubahan ini bertujuan untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja di berbagai lini.

Beberapa pejabat utama Polri yang mengalami rotasi antara lain posisi Asisten Operasi (Astamaops) Kapolri yang kini dijabat oleh Irjen Roycke Harry Langie.

Sebelumnya, jabatan ini diemban oleh Komjen Fadil Imran yang kini memasuki masa pensiun sebagai Pati Stamaops Polri.

Posisi Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri juga mengalami pergantian. Jabatan ini kini dipercayakan kepada Irjen Jawari, menggantikan Irjen Anwar yang juga memasuki masa pensiun sebagai Pati SSDM Polri.

Selain itu, jabatan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri kini diisi oleh Irjen Ruslan Ependi, menggantikan Irjen Herry Rudolf Nahak yang memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Kombes Ian Rizkian Milyardin ditunjuk sebagai Kepala Yanma (Kayanma) Polri menggantikan Kombes Yudi Arkara Oktobera.

Pergantian signifikan juga terjadi pada dua posisi Kapolda. Irjen Yudo Hermanto kini menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), menggantikan Brigjen Pol Awi Setiyono yang ditugaskan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.