BOGORÂ - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Adityawarman Adil, secara simbolis menyerahkan ijazah bagi 988 pelajar prasejahtera di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Senin (31/8/2026).
Penyerahan ijazah ini merupakan wujud nyata dorongan, dukungan, dan kehadiran pemerintah bersama DPRD Kota Bogor dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendukung keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bagi generasi muda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan sebagai kunci untuk mengubah nasib keluarga.
"Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar. Cari peluang untuk lanjut ke D3, D4, S1, S2, hingga S3," ujar Dedie Rachim.
Dedie Rachim juga menyoroti ketersediaan sekolah di Kota Bogor yang cukup memadai. Namun, ia mengakui bahwa jumlah sekolah negeri belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar yang mencapai sekitar 17.000 siswa per tahun.
Saat ini, Kota Bogor memiliki 23 SMP negeri di bawah kewenangan Pemkot Bogor, sementara SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masing-masing berjumlah 10 SMAN dan 4 SMKN.
"Sekolah swasta tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak seluruhnya tertutupi oleh dana BOS Daerah maupun BOS APBN. Mau tidak mau, masih dibutuhkan biaya operasional di sekolah swasta," jelasnya.
Meskipun penanganan anak putus sekolah dan bantuan pendidikan di Kota Bogor dinilai sudah cukup baik, pemerintah terus mendorong penguatan dari keluarga untuk mengatasi keengganan sebagian siswa melanjutkan pendidikan.
Pada Tahun Anggaran 2026, program pelunasan ijazah ini menjangkau 988 siswa dari 59 sekolah.


.png)
