TENNESSEE – Dunia musik berduka atas kepergian salah satu ikonnya, Dolly Parton. Penyanyi legendaris yang dijuluki "Queen of Country" ini meninggal dunia pada usia 80 tahun, Rabu (26/8) dini hari waktu Indonesia.

Kepergian Parton menyusul perjuangan singkat melawan penyakit kanker, serta komplikasi pada ginjal dan gangguan penyakit autoimun.

Parton mengembuskan napas terakhirnya di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.

Pihak perwakilan mengonfirmasi bahwa sang pelantun hits "Jolene" ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak Jumat (21/8) sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh keponakan Parton, Bryan Seaver, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dollyparton.

Bryan, yang telah menjabat sebagai kepala pengawal pribadi Parton selama lebih dari dua dekade, mengaku mengemban amanat khusus langsung dari sang bibi untuk menyampaikan berita kepergiannya kepada publik.

"Pengumuman video ini adalah sesuatu yang diminta Dolly dari saya bertahun-tahun lalu, sebelum saya benar-benar menyadarinya sebagai kenyataan di masa depan," ujar Bryan dalam videonya.

Ia menyatakan bahwa tugas ini merupakan kehormatan yang dibalut duka mendalam, namun meyakini bibinya kini telah tenang menyusul mendiang suaminya, Carl Dean.

Dalam pernyataan resmi dari pihak manajemen Parton, disebutkan bahwa Dolly Parton telah menghabiskan hidup dan kariernya untuk membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam setiap hal yang ia sentuh.