SINERGIUPDATE - Meski dengan itensitas rendah, aktivitas kegempaan di Selat Sunda, Provinsi Banten, kerap terjadi dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Mengantisipasi aktivitas kegempaan di Selat Sunda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten masih memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga). 

Hingga kini, BPBD Banten memastikan kawasan wisata dan pantai di wilayah Anyer dan Carita masih aman dikunjungi.

Demikian ditegaskan Kepala BPBD Banten, Lutfi Mujahidin. "Masih aman. Silakan masyarakat, ini kebetulan masih libur anak-anak sampai tanggal 15 Juli. Silakan ke Anyer untuk berlibur," ujarnya kepada wartawan, Rabu 8 Juli 2026.

BPBD Banten meminta masyarakat tidak takut dengan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. 

Menurutnya, erupsi hanya terjadi di area gunung, sementara jarak antara pantai dan Gunung Anak Krakatau cukup jauh sekitar 40 km.

"Jangan takut, yang penting adalah waspada, bahwa itu masih dalam kendali. Masih dalam kendali. Saya sampaikan, erupsinya itu masih kecil-kecil, dan untuk kegiatan kepariwisataan silakan berwisata ke Pantai Anyer, Pantai Carita, atau Tanjung Lesung," katanya.

Menurut Lutfi, wilayah yang wajib dihindari adalah radius 3 kilometer dari puncak. Diketahui, radius 3 kilometer dari puncak merupakan area laut.

"Tentunya untuk erupsi yang ada di Gunung Anak Krakatau ini menurut kami masih tahap yang wajar, karena erupsinya kecil aja, masih di bibir. Di bibir apa namanya, Gunung Anak Krakatau sendiri," ujarnya.