TANGERANG – Memaknai kemerdekaan di era modern tidak cukup hanya dengan menggelar upacara dan mengibarkan bendera Merah Putih setiap bulan Agustus

Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui karya, penguasaan teknologi, integritas, serta kemampuan menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi digital.

Hal tersebut disampaikan Dr. H. Susari, M.A., Dosen Filsafat Pendidikan Islam pada Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dalam tulisannya yang membahas makna kemerdekaan Indonesia di era modern.

Menurut Dr. H. Susari, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang dibayar dengan darah, keringat, air mata, serta pengorbanan para pahlawan dan pendiri bangsa.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan. Kemerdekaan menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk membangun masyarakat yang lebih maju dan menentukan masa depannya sendiri.

“Kemerdekaan hanyalah jembatan emas. Di seberang jembatan itulah kita sempurnakan masyarakat kita,” tulisnya mengutip pesan Ir. Soekarno.

Dr. H. Susari menilai, bentuk perjuangan bangsa saat ini telah mengalami perubahan. Jika pada masa lalu perjuangan menghadapi penjajahan dilakukan secara fisik, maka tantangan di era modern lebih banyak hadir melalui teknologi, informasi, ekonomi, hingga perubahan budaya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterhubungan dunia memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang. 

Akses terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, informasi, serta kebebasan menyampaikan pendapat menjadi bagian dari bentuk kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini.