KOTAMOBAGU — Ajang balap Open Tournament Tidar Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 berujung duka. Sebuah mobil peserta hilang kendali dan menabrak kerumunan penonton di sirkuit nonpermanen Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Insiden maut di lokasi yang berjarak sekitar 184 kilometer dari Kota Manado tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Video rekaman kejadian tersebut kini viral dan menjadi sorotan luas di media sosial.
Berdasarkan kronologi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil Honda Jazz yang dikemudikan pembalap Tian Ngantung melaju di lintasan pada kelas Free For All (FFA). Kendaraan dari tim Pangeran 05 McJoe itu awalnya melaju normal. Namun, sesaat setelah melintasi garis finis dan memasuki area pengereman sejauh kurang lebih 100 meter, mobil mengalami kecelakaan, hilang kendali, lalu menghantam para penonton di sisi lintasan.
Pembalap Tian Ngantung sempat dirawat di RSU Monompia sebelum akhirnya dirujuk untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut di Manado.
Polisi Selidiki Pengamanan dan Kelalaian Panitia
Aparat Satuan Reskrim Polres Kotamobagu langsung bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti kendaraan. Pihak kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami dugaan pelanggaran aspek keselamatan dan kelalaian pihak penyelenggara.
"Saat ini barang bukti kendaraan sudah kita amankan di Polres Kotamobagu. Perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Pastinya kami akan memeriksa semuanya yang terlibat, maupun panitia," tegas Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi.
Sementara itu, Ketua Panitia Tournament Drag Race, Lucky Sugeha, menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas musibah tersebut. Saat meninjau para korban di rumah sakit, ia memastikan panitia akan menanggung seluruh biaya pengobatan.
"Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan," kata Lucky.
