JAKARTA - Kisah haru sekaligus memprihatinkan datang dari siswa Sekolah Rakyat, Bernama Lia Maharani. Lantaran kemiskinan yang dialami orang tuanya, siswa Sekolah Rakyat ini tidak bisa membeli seragam sekolah.
Padahal, seragam sekolah baru sering kali menjadi momen bahagia dan penyemangat untuk terus melanjutkan pendidikan. Namun, tidak bagi Lia Maharani, yang kini tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Keterbatasan ekonomi orang tuanya Titin Lestari, mereka hanya mampu memberikan seragam bekas kepada putrinya, Lia Maharani.
Kondisi ini berlaku sejak Lia Maharani masuk SD hingga jenjang SMP. Namun, semua berubah sejak negara hadir lewat Sekolah Rakyat untuk membantu anak-anak kurang mampu.
Kini Lia Maharani bisa merasakan memiliki seragam baru, berkat program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Raut wajah bahagia tak mampu disembunyikan Titin Lestari, saat melihat putrinya Lia Maharani mengenakan seragam sekolah baru untuk pertama kalinya.
Keterbatasan ekonomi selama ini membuat Titin Lestari tidak pernah mampu membeli seragam baru, sehingga Lia hanya mengandalkan seragam bekas pemberian tetangga.
"SD itu, saya dikasih sama tetangga. Saat SMP saya sakit, gak bisa membelikan seragam sekolah dan dikasih sama tetangga. Ada tiga orang yang saya minta. Ada yang kekecilan, ada yang kebesaran," kata Titin Lestari saat berdialog dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Percakapannya dengan Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu terjadi dalam Open House dan MPLS di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).
