BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan dukungannya terhadap rencana Yayasan Taawunwakaf Indonesia untuk melanjutkan pembangunan sekolah di Jalan Anggrek Raya, Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Dukungan ini diberikan setelah pihak Pemkot memastikan seluruh dokumen legalitas pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah lengkap.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, menyampaikan dukungan tersebut saat menerima audiensi dari pengurus yayasan pada Rabu (12/8/2026). Ia menegaskan, secara kacamata hukum, tidak ditemukan persoalan yang menghambat kelanjutan proyek sekolah tersebut.

"Secara legalitas yang dimiliki Yayasan Taawunwakaf Indonesia sudah lengkap dan tidak ada masalah secara hukum. Bahkan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Bogor terinformasi sudah turun langsung ke lokasi," ujar Alma.

Alma menjelaskan, kejelasan aspek legalitas menjadi pijakan kuat bagi yayasan untuk meneruskan proses pembangunan. Pada prinsipnya, Pemkot Bogor mendukung penuh penyediaan sarana pendidikan bagi masyarakat selama seluruh aturan hukum dan administrasi dipenuhi.

"Kalau legalitas sudah ada, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tinggal dilaksanakan. Apabila ada penolakan, tentu dapat ditempuh melalui mekanisme hukum," tegasnya.

Kendati demikian, Alma menyarankan agar pihak yayasan tetap menjaga koordinasi administratif dengan pemerintah wilayah setempat. Salah satunya dengan mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada Kelurahan Cibuluh terkait rencana pembersihan lahan sebagai tahap awal pengerjaan.

"Langkah ini penting agar seluruh proses di lapangan berjalan secara tertib dan terkoordinasi," tambah Alma.

Sementara itu, Pengawas Yayasan Taawunwakaf Indonesia, Iwan Setiawan, menyambut baik hasil audiensi tersebut. Ia berharap dukungan Pemkot Bogor dapat menjadi titik terang atas proyek pembangunan sekolah yang sempat terbengkalai sejak 2019.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi solusi bagi masalah kami yang sudah lama tertahan. Cita-cita kami adalah agar anak-anak bisa belajar di tanah wakaf ini," tutur Iwan.