SALZBURG — Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa usai menumbangkan wakil Inggris, Aston Villa, dengan skor 2-1. Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, pada Kamis (14/8/2026) dini hari WIB.

Jawara Liga Champions tersebut membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui gol Khvicha Kvaratskhelia. Aston Villa sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan lewat gol Brian Madjo. Namun, PSG akhirnya mengunci kemenangan berkat gol penentu dari Désiré Doué pada menit ke-61.

Kemenangan ini membuat Les Parisiens mengukir rekor langka. PSG menjadi klub ketiga dalam sejarah yang berhasil meraih gelar Piala Super Eropa secara berturut-turut (back-to-back), mengulang kesuksesan mereka pada edisi 2025.

Sebelumnya, hanya ada dua klub yang mampu mencatatkan prestasi serupa. AC Milan menjadi tim pertama yang menguasai kompetisi ini dua kali beruntun pada 1989 dan 1990. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh Real Madrid pada edisi 2016 dan 2017.

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya dalam mempertahankan gelar ini. Ia menilai klubnya telah bertransformasi secara signifikan menjadi kekuatan utama Eropa dalam dua tahun terakhir.

"Saya tahu betapa sulitnya membawa pulang trofi, terutama di klub yang memiliki ambisi besar. Tiga tahun lalu semua orang mengatakan tim saya terlalu muda, dan kami telah membuktikan sebaliknya," kata Enrique melansir dari laman resmi UEFA.

Enrique mengakui masih ada beberapa kelemahan yang harus dibenahi. Meski demikian, ia sangat puas dengan mentalitas bertanding yang ditunjukkan oleh para pemainnya.

Setelah mengamankan trofi Piala Super Eropa kedua secara beruntun, pelatih asal Spanyol tersebut kini langsung mengalihkan fokus untuk mengejar target yang lebih besar, yakni menjuarai Liga Champions untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

"Mentalitas kami sekarang adalah mencoba memenangkan Liga Champions ketiga berturut-turut. Kami harus ambisius dan percaya bahwa kami bisa melakukannya. Ini akan sangat sulit, kami tidak ingin berpuas diri, tetapi itu pasti tujuan kami," tegas Enrique.