JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (15/9/2026).

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan di level Rp17.650 per dolar AS, melemah 0,06%, melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026), rupiah tercatat melemah 0,31% ke posisi Rp17.640 per dolar AS.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,20% ke posisi 99,588 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan rupiah hari ini juga diwarnai oleh dinamika domestik, menyusul pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Setelah dilantik, Suahasil Nazara menegaskan fokus utamanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujarnya.

Menkeu menekankan bahwa APBN harus mampu membiayai program prioritas pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional. "APBN itu harus bisa dipercaya," tambahnya.

Di pasar global, penguatan dolar AS masih menjadi faktor utama yang mempersempit ruang penguatan bagi rupiah.