BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya keras menangani dampak kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Jonggol.

Langkah penanganan dilakukan secara bertahap, meliputi pendataan kondisi lahan, penerapan solusi teknis di lapangan, penguatan sarana pengairan, pengaturan pola tanam, hingga pemberian dukungan bagi petani yang terdampak langsung.

Kondisi sejumlah lahan persawahan di Jonggol yang mengalami kekeringan dan keretakan tanah selama musim kemarau menjadi perhatian serius Pemkab Bogor.

Pemantauan intensif dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan kondisi riil setiap lahan di lapangan.

"Penting untuk membedakan mana lahan yang benar-benar terdampak kekeringan serius dan mana yang merupakan sawah tadah hujan yang memang belum ditanami karena keterbatasan air saat ini. Penanganan harus berdasarkan kondisi faktual di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar petani biasanya melakukan penanaman pada Maret dan panen pada Juni.

Setelah panen, banyak lahan tadah hujan tidak langsung ditanami kembali karena ketersediaan air yang terbatas.

Sawah tadah hujan sangat bergantung pada curah hujan dan seringkali tidak memiliki sumber air alternatif saat musim kemarau.