BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh persoalan sekolah dan jalan rusak dapat diselesaikan pada periode 2027-2028.
Target ambisius perbaikan jalan dan sekolah rusak ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pembangunan di Kabupaten Bogor masih menghadapi tantangan signifikan akibat luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai 6,1 juta jiwa.
Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di seluruh penjuru daerah.
“Tidak ada waktu lagi. Momentum kita membangun tinggal 2027, 2028. 2028 sudah masuk masa jelang tahun politik 2029. Kami ingin sekolah yang rusak tuntas 2027–2028, jalan-jalan rusak tuntas 2027–2028,” ujar Rudy Susmanto di Bogor, Selasa (25/6/2024).
Rudy menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai urat nadi yang menghubungkan berbagai wilayah dan memfasilitasi akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.
Pembangunan tidak hanya difokuskan pada wilayah perkotaan, tetapi juga merata ke wilayah barat, timur, utara, dan selatan Kabupaten Bogor.
“Kalau mau membangun wilayah, yang dibangun pertama apa? Ibarat sebuah tubuh, urat nadinya bangunlah dulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan akan dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor telah berhasil menyelesaikan pembangunan sekitar 516 kilometer jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan desa.


.png)
