JAKARTA - Film terbaru Joko Anwar, "Pengabdi Setan 3: Origin", dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027 dan disebut sebagai salah satu proyek paling ambisius sutradara tersebut.
Produksi film Pengabdi Setan 3 ini akan melibatkan dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, menandai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam karya-karya Joko.
"Pengabdi Setan 3: Origin" akan menjadi prekuel yang berdiri sendiri, mengungkap asal-usul kutukan dan kultus yang menjadi inti cerita dari dua film sebelumnya, "Pengabdi Setan" (2017) dan "Pengabdi Setan 2: Communion" (2022).
Film Pengabdi Setan 3 ini terinspirasi dari histeria massal di Strasbourg pada tahun 1518 dan akan membawa penonton ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
Joko Anwar menjelaskan bahwa film ini akan menjawab pertanyaan mendasar mengenai asal-usul kutukan, mengapa kutukan tersebut terus berlanjut, dan apa tujuan utamanya.
Pendekatan prekuel ini dirancang agar dapat dinikmati oleh penonton baru, sekaligus memberikan jawaban yang telah lama ditunggu oleh para penggemar setia.
"Para penggemar lama akan mendapatkan jawaban yang telah mereka tunggu selama bertahun-tahun. Pendatang baru akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa," ujar Joko.
Produksi film akan menggunakan tujuh bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Alsace, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin. Yoonhei Choi, CEO Barunson E&A, menyatakan bahwa skala proyek ini jauh lebih besar dari karya Joko sebelumnya, menggambarkan cerita yang melintasi abad dan benua.
Rapi Films dan Come and See Pictures, bekerja sama dengan Sky Media dan Legacy Pictures, telah mengumumkan bahwa "Pengabdi Setan 3: Origin" telah memasuki tahap produksi.


.png)
