JAKARTA - Kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe belum membuat para perajin menaikkan harga jual produk mereka.
Para pengrajin tahu dan tempe masih bertahan dengan harga lama, meski harga kedelai terus melambung.
Sekretaris Jenderal Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Wibowo Nurcahyo menegaskan, harga jual tahu dan tempe hingga kini masih stabil.
Berdasarkan data Gakoptindo per 10 September 2026, harga kedelai di sejumlah wilayah Jawa masih berada di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp12.000 per kilogram.
Seperti di Jawa Barat, harga kedelai untuk perajin berkisar antara Rp11.200 hingga Rp11.750 per kg.
Sementara di Jawa Tengah mencatat harga Rp11.300 hingga Rp11.750 per kg, Jawa Timur Rp11.250 hingga Rp11.550 per kg, dan DKI Jakarta Rp11.400 hingga Rp11.850 per kg.
Namun, situasi berbeda terjadi di luar Pulau Jawa, seperti Aceh, harga kedelai merek Bola mencapai Rp13.200 per kg.
Sumatra Utara mencatat harga Rp12.800 per kg untuk merek Bola dan Rp12.950 per kg untuk merek MB. Sumatra Barat melaporkan harga kedelai merek Bola sebesar Rp12.950 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi di Kalimantan Timur, di mana kedelai merek Bola dibanderol Rp12.900 per kg. Sementara di Sulawesi Selatan, harga kedelai merek Bola Merah mencapai Rp12.950 per kg.


.png)
