BOGOR — Paralayang bukan hanya menawarkan pengalaman wisata melalui penerbangan tandem. Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sering dijadikan sarana latihan bagi penghobi paralayang.
Bagi masyarakat yang ingin mengendalikan parasut sendiri dan merasakan pengalaman terbang secara mandiri, olahraga dirgantara tersebut dapat dipelajari melalui sekolah paralayang.
Paralayang Pelopor Puncak, menjadi salah satu tempat bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mempelajari olahraga paralayang secara lebih serius, termasuk menjalani proses latihan hingga mampu melakukan penerbangan solo.
Pemilik Klub Merapi Paralayang, Gendon Subandono atau yang akrab disapa Om Get, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara penerbangan tandem sebagai aktivitas wisata dengan penerbangan solo yang membutuhkan proses pembelajaran.
“Kalau terbang tandem itu wisata, tinggal ikut penerbangnya. Tetapi jika ingin mengendalikan sendiri, setiap orang harus belajar dan ikut sekolah,” ujar Om Get.
Dalam proses pembelajaran, peserta tidak langsung melakukan penerbangan secara mandiri. Latihan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan dan progres masing-masing siswa.
Menurut Om Get, aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian utama. Karena itu, proses penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kemampuan siswa serta kondisi cuaca.
Penerbangan paralayang sendiri sangat bergantung pada kondisi alam. Cuaca menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan sebelum kegiatan penerbangan dilakukan.
Selain memberikan pendampingan selama proses latihan, perlengkapan untuk menunjang kegiatan paralayang juga disiapkan.


.png)
