BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar audiensi dengan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kota Bogor untuk membahas optimalisasi program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ini berfokus pada keselarasan standar gizi, pemerataan sebaran dapur, serta dampaknya terhadap perekonomian warga.
Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasinya terhadap peran APPMBGI dalam penyediaan makanan bergizi.
Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor telah menerima surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai standar gizi yang harus dipenuhi oleh dapur-dapur program MBG.
Surat tersebut telah diteruskan kepada pihak dapur Sekolah Pendidikan dan Pelatihan Gizi (SPPG) yang tertera untuk segera disesuaikan dengan standar dan kelengkapan perizinan yang berlaku.
"Kita sudah menyampaikan kepada pihak dapur SPPG terkait standar dan berbagai kelengkapan perizinan yang harus dipenuhi sesuai surat dari BGN," ujar Dedie Rachim.
Saat ini, Kota Bogor memiliki sekitar 335.000 penerima manfaat program MBG yang meliputi anak-anak, lansia, dan ibu hamil melalui Posyandu.
Menyadari jumlah penerima manfaat yang signifikan, Wali Kota menekankan pentingnya sebaran dapur SPPG yang merata di seluruh wilayah Kota Bogor.
"Untuk titik ini kan langsung dari BGN ya, nah kita daerah sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik yang secara sebaran rasio dan jumlahnya mungkin tidak seimbang," jelasnya.


.png)
