JAKARTAÂ - Sepanjang Agustus 2026, harga daging ayam melambung tinggi di pasaran dan banyak dikeluhkan masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menduga adanya praktik monopoli yang menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pakan ayam.
Dugaan ini muncul setelah pemerintah merespons aksi protes dari para peternak ayam di berbagai daerah.
Menurut Amran, pemerintah menemukan indikasi pihak-pihak yang menaikkan harga pakan secara tidak wajar.
Salah satu temuan mencengangkan adalah peningkatan biaya penurunan pakan dari kapal yang melonjak hingga US$7 per ton, atau setara dengan Rp124.166 (dengan asumsi kurs Rp17.738 per dolar AS).
Temuan ini segera dilaporkan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk proses penindakan lebih lanjut.
"Memang ada yang agak masalah kemarin, bahkan masalah pakan kenapa tiba-tiba naik? Dan demo peternak se-Indonesia, langsung kami terbang dari NTT ke Jawa Timur (melakukan) pertemuan, ternyata memang ada oknum menaikkan monopoli," ungkap Amran dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Untuk mengendalikan harga pakan, pemerintah kini menunjuk PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food sebagai salah satu stabilisator melalui mekanisme impor.
Karena ID Food merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harga pakan yang diimpor akan ditetapkan oleh pemerintah.


.png)
