BANDUNG - Klub sepak bola Persib Bandung kembali masuk ke dalam daftar larangan registrasi pemain (FIFA Registration Ban) terhitung sejak Senin (10/8/2026). Sanksi tersebut dijatuhkan FIFA akibat sengketa lama terkait kompensasi sisa kontrak mantan pelatih mereka, Robert Rene Alberts.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengonfirmasi bahwa kasus ini berakar dari pengakhiran kerja sama dengan pelatih asal Belanda tersebut pada 2022 lalu. Pembayaran kompensasi sisa kontrak yang belum terselesaikan menjadi dasar laporan Robert Alberts kepada federasi sepak bola dunia tersebut.

"PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan bahwa FIFA Registration Ban yang tercantum terhadap Persib berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022, dan bukan merupakan perkara atau kejadian baru yang terjadi pada periode saat ini," bunyi pernyataan resmi manajemen Persib.

Manajemen menambahkan bahwa keputusan FIFA ini baru mereka ketahui dalam perkembangan terakhir. Saat ini, Persib tengah melakukan kajian menyeluruh untuk memahami dasar keputusan, posisi kasus, serta langkah hukum yang perlu ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku.

Sanksi ini membayangi persiapan Maung Bandung menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Terlebih, Persib dijadwalkan akan mengawali langkah di babak kualifikasi AFC Champions League Two melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026.

Apabila sengketa dengan Robert Alberts tidak segera diselesaikan, Persib terancam tidak dapat mendaftarkan para pemain barunya untuk musim kompetisi mendatang.

Meski demikian, manajemen mengimbau para pendukung, Bobotoh, agar tetap tenang. Pihak klub memastikan persiapan tim tidak terganggu dan seluruh proses registrasi pemain baru telah diproses kepada operator kompetisi serta federasi sesuai dengan ketentuan.

Persib berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan penyelesaian kasus ini secara transparan. "Kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional," tegas pihak manajemen.(*)