BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, telah merancang berbagai prioritas pembangunan di Kota Bogor. Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam live talkshow dan interaktif Megaswara di Gedung UG Multimedia, Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Selasa (4/8/2026).
Dedie Rachim memaparkan berbagai hal yang telah dan sedang dikerjakan Pemkot Bogor, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, peningkatan pendapatan daerah, transportasi, sosial ekonomi, dan berbagai sektor lainnya.
Di sektor pendidikan, kata Dedie Rachim, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bogor memprioritaskan untuk mengakomodir warga prasejahtera agar dapat bersekolah dan diterima di sekolah negeri.
Sementara masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke atas atau mampu, sambungnya, diarahkan untuk memilih sekolah swasta. Kota Bogor bukan kekurangan sekolah, melainkan membutuhkan pemerataan sebaran siswa.
"Pendidikan ini menjadi konsen dan prioritas, karena pembangunan tidak hanya infrastruktur, tapi juga prioritas pembangunan manusia," ujarnya seperti dilansir dari akun resmi Pemkot Bogor, kotabogor.go.id, Rabu (5/8/2026).
Dalam penataan kota, tegas Dedie Rachim, Pemkot Bogor juga terus melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar, badan jalan, dan saluran air.
Pemkot Bogor tengah mengkaji penerapan denda bagi masyarakat yang mengakses layanan PKL, karena warga yang tetap membeli di lokasi melanggar aturan.
Metodenya kita kaji, bagaimana memberikan denda kepada pembeli, karena selama ini yang ditindak adalah para pedagang. Ke depan pembeli pun akan dikenakan denda," ujarnya.
Hal lain yang krusial dalam penataan kota, menurut Dedie Rachim, meningkatkan kualitas kota agar semakin nyaman dan memiliki daya tarik.
