BOGOR — Persoalan daya tampung SMP Negeri masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Bogor. Berdasarkan data hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, terdapat sekitar 6.000 siswa yang belum tertampung di SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Drs. Herry Karnadi, M.Si., mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan membutuhkan solusi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Pemkot Bogor memprioritaskan program beasiswa bagi siswa kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Sebanyak 2.000 bangku disiapkan melalui program tersebut. Dengan skema ini, siswa yang belum tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.

“Program beasiswa siswa kurang mampu di sekolah swasta menjadi program prioritas jangka pendek untuk mengatasi itu. 2.000 bangku disiapkan untuk mereka,” ujar Herry Karnadi.

Selain beasiswa, pemerintah juga terus melakukan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebagai upaya menambah kapasitas daya tampung sekolah yang sudah ada.

Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang. Karena itu, Pemkot Bogor mulai menyiapkan penambahan sekolah negeri baru.

Herry mengatakan, pemerintah berupaya merealisasikan pembangunan satu SMP Negeri di wilayah Bogor Selatan pada tahun depan.

Pembangunan sekolah baru tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membantu mengurangi persoalan daya tampung yang setiap tahun menjadi tantangan dalam penerimaan murid baru.